Posted by : PENYAIR MAWAR HITAM Minggu, 22 Desember 2013

Hujan yang turun tak terasa lagi
disaat hari sedang tak peduli
tetesannya menyakitkan sanubari
rasa lupa mungkin terasa
namun sang nirwana tak lagi menyapa

kaki berjalan sudah tak terarah
kekanan namun cuma ter eret
kekiri hanya menyisih
ke belakang hati ingin ke depan
ke depan cuma diam

biarlah
biarlah diam tapi menangis....

teringatlah satu sosok
yang menyayangiku sejak kecil
yang membelaiku disaat sedih..
yang mendoakan aku disaat ku tak terarah

IBU
satu kata
namun penuh makna kasih yang berharga
maafkan aku ibu....

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © . - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -